SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI MINAL AIDIN WAL FAIZIN.

Sabtu, 26 September 2015

TRAGEDI MINA TAHUN 2015


Tragedi di Mina Arab Saudi ini terjadi pada hari Kamis 24 September 2015, adalah musibah yang terparah kedua dalam kurun waktu seperempat abad sejak 1990. Tercatat kurang lebih ada 717 jemaah haji yang dinyatakan meninggal dunia, sementara 800 lainnya luka-luka hingga pukul 20.11 WIB.

Tragedi mina tahun 2015



Kemungkinan Korban mungkin akan terus bertambah. Karena belum ada jumlah pasti. 


Adapun letak lokasi musibah jauhnya sekitar 5 km di luar kota Mekah, di mana 160.000 tenda didirikan untuk menampung jutaan jemaah yang akan melakukan ritual lempar jumrah. 


Seperti dikutip dari The Guardian, insiden terjadi saat dua kelompok besar peziarah bertemu di persimpangan besar. Desakan dan saling dorong tak terelakkan. 


Sebanyak 4 ribu paramedis segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Mereka yang terluka dievakuasi menggunakan helikopter dan ambulans. 


Itu adalah kejadian terparah, setelah kejadian serupa pada 1990, di mana lebih dari 1.400 jemaah haji meninggal dunia akibat berdesakan di terowongan Mina


Korban jiwa dalam tragedi tahun ini melampaui kejadian serupa pada 2006 yang mengakhiri hidup 360 manusia. 


Kejadian tersebut membuat sejumlah jemaah khawatir bukan kepalang. Kepada Sky News, seorang di antara mereka mengaku takut untuk melakukan ritual lempar jumrah. 


"Saya sudah merasa lelah. Saya akan menunggu malam tiba untuk melakukannya. Jika tak mampu, saya mungkin akan memilih diwakilkan orang lain," kata dia. 


Insiden di Mina terjadi kurang dari 2 minggu pasca-tragedi jatuhnya crane di Masjidil Haram yang mengakibatkan 111 jemaah meninggal dunia dan 390 lainnya luka-luka. sumber (liputan6.com).

Sabtu, 04 April 2015

GERHANA BULAN TGL. 4 APRIL 2015

http://nurcahyaku10.blogspot.com
Gerhana Bulan total akan terjadi hari ini Sabtu 4 April 2015 di seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia. Lantas kapan waktu yang paling tepat untuk menyaksikan fenomena alam yang unik tersebut?

Seperti dikutip dari laman Space, Jumat (3/4/2015), Gerhana Bulan total akan terjadi pada 4 April di seluruh samudera pasifik dan sejumlah daratan yang berdekatan. Namun ternyata, menurut Space, penduduk di Asia dan Australia dapat menyaksikan fenomena tersebut lebih awal yakni pada Jumat (3/4/2015) alias hari ini saat Matahari terbenam.

Sayangnya tidak disebutkan wilayah mana saja, di kawasan Asia mana yang mampu melihat gerhana tersebut pada malam hari ini.

Sementara pengamat di Amerika Utara dan Selatan akan mampu melihatnya pada Sabtu pagi, besok sebelum Matahari terbit. Informasi sebelumya menyebutkan negara-negara Asia Tenggara dan Australia dapat menikmati gerhana Bulan sejak Sabtu malam, 4 April 2015.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di dalam situs resminya juga menginformasikan, Gerhana Bulan total akan tejadi pada 4 April dan dapat diamati dari berbagai wilayah di Indonesia

Gerhana Bulan pada 2015 diprediksi akan terjadi sebanyak tiga kali. Antara lain pada Maret, April, dan September. Hal tersebut lantaran gerhana hanya dapat terjadi saat bulan berada dekat dengan titik-titik dalam orbitnya dimana Bulan melintasi jalur ekliptika.

Seperti diketahui, Gerhana Bulan adalah peristiwa ketika terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa tersebut merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan. Sedangkan Gerhana Bulan hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.

Adapun Gerhana Matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi dan selalu terjadi pada saat fase bulan baru.(sumber : okezone.com)


Selasa, 31 Maret 2015

KHOO PING HOO

 KHO PING HOO

kho ping hoo
Menurut banyak sumber yang dapat dipercaya bahwa, nama lengkap dari Kho Ping Hoo adalah Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo, beliau lahir di Kota Sragen, Jawa Tengah, pada tanggal 17 Agustus 1926 (meninggal pada tanggal 22 Juli 1994 yaitu pada umur 67 tahun) adalah penulis cerita silat yang sangat populer di Indonesia. Kho Ping Hoo sangat dikenal masyarakat luas karena hasil karyanya silat Indonesia, khususnya yang bertemakan Tionghoa Indonesia.

Kurang lebih selama 30 tahun lebih berkarya, dia telah menulis sekitar 400 judul serial berlatar Cina, dan 50 judul serial berlatar Jawa. Walaupun menulis cerita-cerita silat berlatar Tiongkok, penulis yang produktif ini tidak bisa membaca dan menulis dalam bahasa Mandarin. Ia banyak mendapat inspirasi dari film-film silat Hong Kong dan Taiwan. Karena tidak bisa berbahasa Mandarin, Kho Ping Hoo tidak memiliki akses ke sumber-sumber sejarah negeri Tiongkok berbahasa Cina, sehingga banyak fakta historis dan geografis Tiongkok dalam ceritanya tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Dari sebab itu, karya Kho Ping Hoo akan membingungkan bagi yang mengerti sastra atau sejarah Tiongkok yang sebenarnya.

Selain karya-karya yang termuat di blog ini, masih terdapat karya-karya Asmaraman S. Kho Ping Hoo lain yang merupakan karangan-karangan lepas (satu judul/kisah tamat) baik berlatar belakang Tionghoa maupun Jawa seperti serial Pecut Sakti Bajrakirana dan serial Badai Laut Selatan yang berlatarbelakang masa Kesultanan Mataram Islam dan zaman Airlangga.

Beberapa sinetron yang ditayangkan televisi Indonesia juga memiliki kemiripan cerita dengan novel Kho Ping Hoo. Beberapa di antaranya adalah sinetron serial Angling Dharma yang mirip dengan alur cerita Bu Kek Siansu dan sinetron serial Misteri Gunung Merapi yang mirip dengan Alap-alap Laut Kidul (Lindu Aji) dan Bagus Sajiwo. Padahal dalam cerita asalnya, Misteri Gunung Merapi lebih bernuansa daerah Sumatra dengan Gunung Sorik Marapi-nya. Tidak diketahui apakah ini merupakan kebetulan ataukah bukan.

Karya Kho Ping Hoo, terutama cerita silatnya, mempunyai arti penting di hati para pembacanya di Indonesia, terutama para keturunan Tionghoa yang di besarkan di rezim Soeharto. Hal ini disebabkan karena pada masa tersebut kebudayaan Tionghoa mendapat tekanan relatif keras di Indonesia. Dalam suasana tersebut, karya Kho Ping Hoo menjadi "sumber" yang langka untuk kebudayaan, sejarah, agama bahkan moral Tionghoa, walaupun sebenarnya karya tersebut hanyalah tuangan fantasi Kho Ping Hoo.

Walaupun banyak fakta sejarah dan letak tempat Tiongkok dalam ceritanya yang tidak sesuai dengan kenyataan, cerita Silat Kho Ping Hoo tetap berkesan mendalam bahkan menjadi pembentuk watak bagi para penggemarnya. Karyanya yang penuh fantasi membangkitkan rasa ingin tahu dan keinginan untuk belajar lebih banyak tentang budaya Tiongkok atau Cina di kalangan pembacanya.

Peranakan Tionghoa ini lahir di Sragen, tanggal 17 Agustus 1926. Ia meninggal pada tanggal 22 Juli 1994 karena serangan jantung. Kho Ping Hoo adalah kakek dari drummer Club 80's, Deddy Mahendra Desta.

SERIAL BU-KEK SIAN-SU (17 Judul)
    01. Bu-kek Sian-su
    02. Suling Emas
    03. Cinta Bernoda Darah
    04. Mutiara Hitam
    05. Istana Pulau Es
    06. Pendekar Bongkok
    07. Pendekar Super Sakti
    08. Sepasang Pedang Iblis
    09. Kisah Sepasang Rajawali
    10. Jodoh Rajawali
    11. Suling Mas Naga Siluman
    12. Kisah Para Pendekar Pulau Es
    13. Suling Naga
    14. Kisah Si Bangau Putih
    15. Kisah Si Bangau Merah
    16. Si Tangan Sakti
    17. Pusaka Pulau Es

SERAL DEWI SUNGAI KUNING ( 2 Judul )
   01. Dewi Sungai Kuning
   02. Kemelut Kerajaan Mancu

SERIAL GELANG KEMALA ( 3 Judul )
   01. Gelang Kemala
   02. Dewi Ular
   03. Rajawali Hitam

SERIAL IBLIS DAN BIDADARI ( 2 Judul )
   01. Iblis dan Bidadari
   02. Lembah Selaksa Bunga

SERIAL JAGO PEDANG TAK BERNAMA ( 4 Judul )
   01. Jago Pedang Tak Barnama
   02. Kisah Sepasang Naga
   03. Pedang Ular Merah
   04. Pedang Pusaka Naga Putih


Senin, 26 Januari 2015

HATI KORBAN DI MAKAN MENTAH MENTAH

SAMPIT – Tentu sahabat sekalian masih ingat di benak kita dengan seorang yang bernama Sumanto sang kanibal asal Purbalingga, Di Kotawaringin Timur, Kalteng, juga ada seseorang yang mirip mengikuti jejak Sumanto tersebut.

Namun kali ini orangnya lebih sadis lagi. Dia adalah seseorang yang bernama Budi Santoso, pelaku penjagalan dua karyawan perusahaan perkebunan kepala sawit PT Bisma Dharma Kencana, di Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Tidak hanya menghabisi korbannya dengan cara brutal, Budi ternyata juga menebas kepala Mukada, hingga terpisah dari badan. Tidak berhenti sampai disitu, kesadisan Budi ternyata berlanjut.

Dia membelah dada serta memotong hati hati Sutono, salah seorang korban lainnya dan memakan hati tersebut.

Dilansir Kalteng Pos (Grup JPNN.com), Rabu (21/1), menurut informasi yang beredar menyebutkan, alasan Budi berbuat sadis karena sakit hati dengan korban yang telah membuatnya dikeluarkan dari pekerjaan.

Dua karyawan perusahaan itu yaitu seorang mandor dan satpam sempat terlibat perkelahian dengan Budi. Namun, karena pelaku mempergunakan dodos (alat pemetik buah sawit), satpam dan mandor perusahaan akhirnya tewas di tempat kejadian.

Sebelum terjadi peristiwa nahas itu, pelaku sempat mencegat bus sekolah yang menjemput anak-anak karyawan sekitar pukul 12.00 WIB. Pelaku yang disebut sempat mengamuk itu membuat para anak sekolah panik.

Di tengah kepanikan itu, mandor dan satpam yang merupakan dua korban tewas sempat berupaya menghadang pelaku. Tindakan ini rupanya justru membuat pelaku kalap.

Hingga akhirnya dodos yang dibawa pelaku untuk menghadang mobil pengangkut anak sekolah dijadikan senjata menyerang satpam dan mandor PT BDK.

Hingga saat ini polisi masih belum mengetahui motif Budi Santoso yang juga mantan karyawan perusahaan perkebunan tersebut melakukan tindakan sadisnya.(sumber/JPNN.com)